Kamis, 13 September 2007

sejarah

Kompas, Selasa, 14 November 200, http://www.kompas.com

Sejarah, Memahami Masa Kini dan Melihat Masa Depan

Laporan Wartawan KCM Jodhi Yudono

JAKARTA, KCM - Konferensi Nasional Sejarah VIII yang diselenggarakan di Hotel Milenium, Jakarta, Selasa (14/11), menyajikan dua pembicara inti yakni Prof Dr Taufik Abdullah dan Prof Dr Azyumardi Azra.

Konferensi yang diadakan setiap lima tahun sekali ini merupakan ajang pertemuan dan forum diskusi yang melibatkan para sejarawan, pengamat sejarah, pelaku sejarah, praktisi sejarah, dan pencinta sejarah untuk melakukan evaluasi the state of the art dari ilmu sejarah.

Pada dasarnya tema yang dibahas dalam konferensi ini disesuaikan dengan perkembangan ilmu sejarah, situasi atau keadaan yang sedang dihadapi dan kebutuhan bangsa di masa depan. Diharapkan dengan belajar sejarah bisa membuat seseorang bisa lebih arif dan bijaksana.

Sehingga pepatah yang mengatakan bahwa "Belajarlah dari Sejarah" tidak sekadar slogan semata. Atau dalam bahasa Taufik Abdullah, seseorang belajar sejarah adalah untuk memahami masa kini dan melihat masa depan. "Jadi bukan semata untuk mempelajari masa lalu saja," ujarnya.

Lebih jauh Azyumardi Azra menjelaskan, sejarah adalah suka dan duka. Sejarah adalah senyum dan tangis. Sejarah adalah selebrasi kejayaan, tapi juga ada keterpurukan. "Di sinilah sejarah sesungguhnya sangat manusiawi. Sejarah -- seperti anak manusia itu sendiri -- selalu penuh cerita suka dan duka, dan karena itu mengakui adanya suka dan duka adalah bagian dari eksistensi manusia itu sendiri," ungkapnya.

Memahami sejarah, lanjut Azyumardi, dengan demikian adalah memahami eksistensi manusia itu sendiri dengan segala kekuatan dan kelemahannya.

Setelah teori-teori baku muncul usai lima tahun konferensi yang lalu, bisa jadi paradigma sejarah juga mengalami perubahan. Berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini, maka konferensi yang diadakan kali ini membahas tema yang agak luas, mencakup persoalan-persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini.

Tema besar yang diangkat pada konferensi yang akan berlangsung hingga 17 November ini adalah "Tepian Ruang dan Waktu: Tantangan Sejarah".

Adapun tema-tema yang akan dibahas diantaranya mengenai teori sejarah, pendekatan dan metodologi, peninggalan sejarah dan kesadaran sejarah, gender dan dinamika sejarah, hingga kesenian sebagai pantulan perubahan sosial.



0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda